renungan kisah inspiratif
Sungguh lelaknya menentukan kehidupan yang akan datang

Renungan Kisah Inspiratif Islami Seorang Pencari Kerja – Jumpa lagi dengan Terasania, Anda pembaca setia kami yang budiman dan memiliki jiwa kasih yang tak terbataskan bagi sesamanya, dan jiwa empati dalam menyikapi kisah kisah kehidupan.

Disini saya akan menuliskan atau menceritakan sebuah kisah yang mana cerita ini bisa menjadi bahan renungan dan contoh bagi kita dalam mensyruki nikmat dan menghargai sebuah perjuangan.

Judul : Berangkat Dengan Keterpaksaan

Pada suatau kampung terdapat seorang anak panggil saja dengan sebutan Marwan,

Marwan ini berasal dari keluarga yang perekonomianya menengah kebawah, latar belakang keluarganya merupakan lulusan pesantren dan marwan juga di tuntut dengan hal itu.

Tetapi ia kurang setuju dengan pemikiran keluarganya.

[artikel number=4 tag=”info,manfaat,ahli,pengertian,motivasi,kisah-inspiratif ” ]

Marwan menjalani pendidikan selama enam tahun di salah satu pondok modern ternama di Tasikmalaya.

Setelah lulus selama enam tahun dari pesantrem tersebut ia berbicara dengan ayahnya bahwa ia ingin melanjutkan kuliah, dengan perasaan senang dan jumawa ia berbicara,

Marwan : ” pak, saya ingin melanjutkan kuliah, saya juga telah mengikuti jalur SBMPTN, tetapi saya tidak lulus “ dengan wajah sedih ia berbicara pada ayahnya, dan harapan ayahnya akan membantunya.

Ayah : “ pantas saja tidak lulus karna bapak tidak setuju kamu melanjutkan kuliah” dengan mimik yang datar

Marwan : “ yasudah terusmaun ya bapak aku harus bagaimana?” dengan wajah makin sedih dan kecewa dia brikan pada ayahnya.

Ayah : “ maunya bapak kamu masuk pesantren terlebih dahulu, minimal satu tahunlah, setelah itu bapak akan turuti semua kamauanmu termasuk keinginan kamu untuk kuliah,” lanjutnya

Lnatas marwan pergi meninggalkan Ayahnya yang sedang bersantai sambil menonton tv dengan hati kecewa karena ayahnya yang terlalu egois,

Walau hanya sebatas do’a tetapi do’a orang tua sangatlah berpengaruh bagi hal yang dia lakukan. Walau marwan tidak ingin mesantren tetapi keputusan ayahnya sudah tidak bisa d ganggu gugat, maka marwanpun menuruti keinginan ayahnya.