Pendidikan
Pembentukan karakter melalui pendidikan

Pendidikan dan karakter – Pendididkan merupakan salah satu metode pembelajaran atara suatu kelompok yang diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui metode belajar mengajar Antara pihak murid dan guru yang bertujuan untuk pembentukan karakter seseorang agar menajadi anak yang lebih baik di kemudian hari .

Biasanya pendidikan dilakukan melalui beberapa kegiatan seperti pelatihan, dan peneliatan dibawah bimbingan orang yang sudah berpengalaman, tetapi banyak juga orang yang belajar secara ototidak.

Otodidak berarti orang yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran (pelatihan serta mengembangkan) tanpa bimbingan atau peranan orang lain, namun diantaranya mereka mempunyai kemampuan untuk melatih diri sendiri menggunakan teknik yang dimikinya sehingga dirasa bakal bisa mencapai tahap pengetahuan yang luar biasa.

[artikel number=4 tag=”info,manfaat,ahli,pengertian,motivasi,kisah-inspiratif ” ]

Biasanya autodidaktor sering menggeluti bidang-bidang tertentu sesuai hobby dan kesukaan tiap masing-masingnya seperti,

  • Karya sastra
  • Seni Budaya
  • Kerajinan
  • Dan lainnya.

Akan tetapi, autodidaktor tidak cenderung ke bidang tertentu saja, namun masih banyak orang yang belajar sendiri di bidang lainnya.

Pengertian Pendidikan Secara Etimologi

Pendidikan jika di kaji dari asal usulnya (sejarah) atau biasa disebut Etimologi merupakan suatu kata dari bahasa latin yaitu “Ducare” yang artinya “menurun, mengarahkan dan memimpin” dalam bidang yang dipelajarinya.

Jika dalam bahasa inggris pendidikan berasal dari kata dari” education” yang berarti “medidik”

Menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) kata pendidikan berasal dari kalimat “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta dengan akhiran  “an” yang memili arti : langkah, sistem, atau perbuatan mendidik.

Secara etimologi pendidikan adalah suatu konsep pengembangan suatu sikap dan karakter seseorang untuk mengembangkan kemampuan jati dirinya,

Dalam kamus besar bahasa indonesia (KBBI) pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok seseorang dalam usaha  mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Ada banyak pendapat tetang pendingkan salah satunya, Menurut Ki Hajar Dewanatara selaku bapak pendidikan nasional indonesia berpendapat bahwa pendidikan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak.

Maksudnya pembentukan edukasi menuntut segala kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Tujuan Pendidikan Secara Umum

Apa tujuan adanya pendidikan bagi anak bangsa?

Sebenarnya pedidikan tidak hanya di akusisi untuk pelajar dan mahasiswa saja, namun cenderung memiliki predikat yang tinggi bagi kehidupan manusia,

Nah, berikut ini beberapa tujuan umum pendidikan menurut lembaga Dunia dan Nasional, diantaranya :

Tujuan Pendidikan Menurut Undang-Undang 1945

  • Pendidikan nasional dalam UUD 1945 ( versi amandemen) pasal 31, ayat 3 menyebutkan, Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahklak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang .
  • Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjungjung tinggi nilai-nilai agamadan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahtraan uamat manusia.

Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 1, yang isinya :

  • Tujuan atau fugsi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana pembelajaran agar peserta didik aktif dalam mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, ahklak mulia serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara.
  • Berdasarkan MPRS No. 2 Tahun 1960 bahwa tujuan pendidikan adalah membentuk pancasila sehati berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dikehendaki oleh pembukaan UUD 1945 dan isi UUD 1945.

Pendidikan Menurut Unesco.

Dalam upaya meningkatkan kualitas suatu bangsa tidak ada cara lain kecuali meningkatkan kulaitas pendidikan, berangkat dari pemikiran itu,

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melalui lembaga UNESCO (United Nations, Education, Scientifik, and Cultural Organization), mencanangkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang atau masa depan, yangmana empatpilar ini menggabungkan tujuan-tujuan

  1. IQ, EQ,dan SQ.
  2. Learning to know
  3. Learning to do
  4. Learning to be Learning to live tigether

 

Membentuk Karakter Seseorang Melalui Pendidikan

Secara terminologis “karakter” diartikan sebagai pola pikir manusia yang tergabung dalam tingkah laku dalam keseharianya. Hidayatullah (2010:9) mengemukakan bahwa secara harfiah “karakter” merupakan kualitas atau kekuatan mental dan moral seseorang, ahklak atau budi pekerti, yang melekat  pada setiap individu dan menjadi suatu  keperibadian yang khas.

Menurut kamus besar bahasa indonesia “karakter” adalah sifat sifat kejiwaan, ahklak, budi pekerti, watak, tabi’at,  yang membedakan satu dari yang lain ( Tim Bahasa Pustaka Agung Harapan, 3003;003). Menurut ahli psikolog karakter adalah sebuah sistem kayakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan setiap komponen individividu.

Jika karakter seseorang bisa diketahui, maka kita akan tau bagaimana seseorang itu  akan bersikap dalam kesehariannya dan kondisi-kondisi tertentu. Di lihat dari sudut pengertian karakter dan ahklak tidak memiliki perbadaan  yang signifikan, keduanya  merupakan tindakan yang tek perlu lagi lagi ada pemikiran karna sudah tertanamh dalam pikiran.

Langkah – Langkah Pembentukan Karakter

Pembentukan karakter pada setiap anak sangatlah sukar untuk dilakukan, karna  memerlukan proses yang sangat lama dan menyangkut hampir semua peran, seperti keluarga, masyarakat, guru, dan lingkungan sosialnya. Menurut Walgito (2004;79) berpendapat bahwa proses pembentukan prilaku mnjadi karakter dibagi menjadi tiga cara diantaranya: Kondisioning atau pembiasaan, dengan pembiasaan prilaku seperti yang di harapakan, maka akan terbentuklah perilaku tersebut.Pengertian, cara ini mementingkan pengertian karna dengan adanya pengertian mengenai perilaku akan terbentuklah prilakuModel, dalam hal ini terbentuknya prilaku karena adanya model atauteladan yang ditiru.

Ada banyak para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai proses pembentukan karakter, terutama salah satuya yang saya bahas di atas.

# Kesimpulan

Pendidkan merupakan proses dimana seorang anak mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya agar seorang anak mampu menjadi manusia yang berguna dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan ini sangatlah penting untuk menunjang seorang peserta didk dalam menentukan arah hidupnya, karna sistem pendidikan ini sangatlah dianjurkan dan di wajibkan oleh negara.

Sedangkan dengan pendidikan karakter, anak di arahkan dalam pembentukan sikap, watk, tabi’at, dan akhlak, al ini bertujuan agar seorang anak memiliki bidi pekerti yang baik, santun, dan jiwa kerohaniayan yang luhur,

Dua komponen diatas tersebut sangatlah penting bagi keberlangsungan kehidupan, setiap seseorang memiliki latar pendidikan yang berbeda beda begitupun juga dengan karkter sipat yang beragam, dan dua komponen ini hadir sebagai pemersatu dan sikap saling toleran terhadap perbedaan.